Fotonya gelap.
Jadi tidak jelas ini gambar apa?
Beberapa saat yang lalu, Mama baru saja membuat Ranggina. Asyiiik! Saya dapat bahan buat ngeblog lagi. Tinggal jeprat-jepret dan menulis. Jadi deh. Terimakasih, Mama.
Ranggina ini mirip dengan Rengginang. Bedanya, Ranggina yang ini tidak dibentuk atau dicetak dan bercita rasa manis.
Ranggina ini dibuat dari beras ketan yang sudah dimasak kemudian dikeringkan, lalu digoreng dan dicampur dengan gula merah.
Ada dua macam Ranggina yang sering saya temui di sini. Yang pertama Ranggina seperti yang saya tampilkan ini dan yang kedua Ranggina yang dicetak kemudian dipotong-potong kecil. Ranggina cetak ini bisa kita jumpai di pasar.
Menurut saya, Ranggina yang dicetak dari segi tampilan lebih rapi, tapi butuh sedikit perjuangan untuk menggigitnya karena agak keras. Sedangkan Ranggina yang saya tampilkan fotonya di sini, berbentuk gumpalan kecil sehingga cara menikmatinya seperti makan kacang goreng, diambil satu-satu. Pembaca Dapur Ima mengerti kan maksud saya? Semoga saja iya.
Insya Allah bila masih diberi umur panjang, saya akan tampilkan Ranggina cetak di sini. Dan, karena bukan saya yang membuat Ranggina ini, lebih tepatnya saya belum tahu cara membuatnya. Jadi, resepnya akan menyusul bila saya sudah bisa membuatnya sendiri.
Salam,
Dapur Ima