Masakan Nusantara - Resep Tradisional

Roti Maros dan Kenangan

image
Ada yang suka makan roti di sini? Kalau saya suka banget, apalagi buatan sendiri. Makannya bisa sampai puas, heheheh.

Nah, berbicara tentang roti, salah satu roti yang dulu pernah populer di tahun 2000an dan sekarang sedang populer lagi, ini nama kerennya Roma atau Roti Maros.

Dulu zaman SMA, setiap ada kerabat atau keluarga teman yang ke Makassar, oleh-olehnya pasti Roti Maros. Waktu saya kuliah di Makassar, saat pulang kampung (bila ada uang lebih) saya juga biasa beli Roti Maros untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

image
Waktu itu kemasan Roti Maros belum secantik sekarang. Dulu hanya dibungkus koran lalu dimasukkan ke dalam plastik putih. Lalu, beberapa tahun kemudian kemasannya dipercantik sedikit menggunakan mika. Sekarang, kemasannya sudah semakin cantik dan menarik serta lengkap dengan brand atau mereknya.

Dulu, hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmati Roti Maros. Tapi sekarang, Roti Maros sudah bisa dinikmati oleh semua orang. Tinggal buka Facebook, masuk ke grup dagang (saya seringnya buka Limboro Dagang, Tinambung Dagang dan Majene Dagang) dan ada banyak tuh penjual Roti Maros yang bisa delivery atau pesan antar.

Saya punya beberapa teman di Facebook yang jualan Roti Maros, harga yang ditawarkan juga beragam. Rata-rata harganya Rp. 25.000,- belum termasuk ongkirnya. Tapi waktu itu saya belum tertarik makan Roti Maros.

image
Nah, beberapa hari ini saya ingiiin sekali makan roti (efek liat foto-foto roti yang begitu menggoda di Monic’s Simply Kitchen nih). Sudah tanya-tanya pada sang penjual roti lewat Facebook tapi tidak direspon. Sementara saya belum bisa buat roti sendiri. Aduh! Bagaimana ini?

Lalu, saya cari-cari lagi, siapa tahu ada penjual roti yang lain dan akhirnya saya melihat ada yang jual Roti Maros di Tinambung Dagang. Saya pun mencoba bertanya apakah Roti Marosnya masih ada dan berapa ongkir ke Limboro?

Ternyata oh ternyata Roti Marosnya sudah habis. Tapi saya bisa pesan untuk keesokan harinya (hari ini). Ya sudah, saya pesan deh satu kotak.

image
Tadinya saya pikir saya diberi harapan palsu lagi sama sang penjual karena sudah siang tapi rotinya belum juga diantar. Seperti biasa ya saya cuek saja, paling parah itu saya akan menghapus pertemanan di Facebook, heheheh.

Tapi, saat saya mengira sudah jadi korban PHP lagi, saya dapat inbox seperti ini.

image
image
Asyiiik. Ternyata ada kok rotinya dan akan diantar sore hari berhubung matahari sedang bersinar dengan amat sangat terik.

Sekitar pukul 4 sore lewat beberapa menit, Roti Maros itu akhirnya sampai juga ke tangan saya. Harganya lebih murah dari biasanya, Rp. 20.000,- dan ditambah ongkir Rp. 3.000,-.

Yeiiiyyyy….
Akhirnya bisa bernostalgia deh dengan si Roma, heheheh.

Salam,
Dapur Ima

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *